Pencemaran rehashbar laut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kesehatan nelayan itu sendiri. Nelayan yang bekerja di laut berisiko terpapar berbagai bahan kimia berbahaya, seperti merkuri dan pestisida, yang bisa mencemari air laut dan ikan. Selain itu, sampah plastik yang mencemari perairan sering kali terjebak di jaring nelayan, dan jika tidak segera dibersihkan, bisa menyebabkan cedera fisik bagi mereka.
Selain itu, laut yang tercemar juga mempengaruhi kualitas air laut yang digunakan oleh nelayan untuk kebutuhan sehari-hari. Kontaminasi mikroorganisme berbahaya di laut bisa meningkatkan risiko penyakit kulit dan infeksi lainnya bagi nelayan yang terpapar air laut yang tercemar.