Amerika Serikat (AS) melabuhkan dermaga terapung di Trek Gaza pada hari Kamis (16/5/2024) untuk meningkatkan pengiriman bantuan. PBB mengaku mereka masih menuntaskan agenda operasional untuk menangani distribusi bantuan setelah bantuan hal yang demikian turun dari dermaga.
Kantor berita AP pada Jumat (17/5) melaporkan bahwa sejumlah truk pengangkut bantuan telah melintasi dermaga terapung hal yang demikian untuk pertama kalinya hari ini. Komando Sentra militer AS mengakui berita hal yang demikian https://covecasualrestaurant.com/ dengan mengatakan bantuan pertama menyeberang ke Trek Gaza pada pukul 09.00 waktu setempat. Dikonfirmasi tidak ada tentara AS yang mendarat dalam operasi hal yang demikian.
Bagaimanapun, PBB dan badan-badan kemanusiaan mengatakan masih ada tantangan yang seharusnya dipecahkan.
Apabila Anda menghadapi zona perang aktif seperti Trek Gaza … keamanan distribusi internal sangat sulit, ditambah dengan kurangnya bahan bakar,\\” kata kepala bantuan PBB Martin Griffiths kepada Reuters pada hari Kamis.
Presiden Joe Biden mengumumkan dermaga hal yang demikian pada bulan Maret dikala PBB minta Israel untuk meningkatkan jalan masuk pasokan bantuan ke Trek Gaza lewat trek darat. Dengan membuka trek pengiriman bantuan lewat laut, AS berkeinginan dapat memerangi krisis kemanusiaan yang telah menyebabkan ratusan ribu orang berisiko kelaparan.
Proyek dermaga terapung ini mahal dan lambat. Cuaca buruk telah menunda penempatan dermaga yang diperkirakan menelan tarif USD 320 juta dan melibatkan 1.000 tentara AS.
PBB bersikukuh bahwa jalan masuk maritim bukanlah substitusi daratan.
\\”Untuk mencegah kengerian kelaparan, kita seharusnya menggunakan rute tercepat dan paling terang untuk menjangkau masyarakat Gaza – dan untuk itu, kita membutuhkan jalan masuk lewat darat kini,\\” kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq pada hari Kamis.
\\”Membawa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan di dalam dan di semua Gaza tidak dapat dan tidak boleh bertumpu pada dermaga terapung yang jauh dari daerah yang paling membutuhkan.\\”
PBB dan golongan bantuan telah lama mengeluhkan bahaya dan hambatan dalam memasukkan bantuan dan mendistribusikannya ke semua Trek Gaza.
PBB sejauh ini telah kehilangan 191 staf – termasuk staf asing pertamanya pada hari Senin (13/5) – selama lebih dari tujuh bulan perang Israel Vs Hamas di kawasan kantong berpenduduk 2,3 juta orang itu.
\\”Dalam beberapa hari pertama operasi seperti ini akan ada banyak trial and error,\\” kata seorang pejabat PBB yang tidak berkeinginan disebutkan namanya. \\”Dan kami hanya berkeinginan trial and error ini tidak berakhir dengan terbunuhnya seseorang.\\”
Perang terkini di Trek Gaza diawali pada 7 Oktober dengan serangan Hamas ke Israel selatan yang diklaim menewaskan setidaknya 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Sementara itu, otoritas Kesehatan Trek Gaza menceritakan bahwa serangan balasan Israel ke Trek Gaza telah membunuh lebih dari 35.000 warga Palestina.