Beli Rumah di London, 5 Hal Penting yang Bikin Dompet Auto Nangis!

Beli Rumah di London, 5 Hal Penting yang Bikin Dompet Auto Nangis!

London, kota impian para perantau yang katanya bisa bikin hidupmu berubah drastis. Betul, kota ini memang penuh dengan peluang. Tapi, ada satu hal yang bisa bikin kamu pusing tujuh keliling, yaitu harga properti yang bikin jantungan. Ya, membeli rumah di London itu kayak mau beli mobil mewah, tapi harganya setara dengan pesawat jet. Makanya, biar nggak salah langkah dan dompet auto nangis, ada lima hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum membeli rumah di London.

1. Harga yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Pertama, siapkan mental dan dompetmu. Harga properti di London itu bukan lagi mahal, tapi sudah di level “astaga!”. Rata-rata harga rumah di London bisa mencapai £500,000 sampai £700,000, bahkan bisa lebih. Bayangin, duit segitu kalau di Indonesia bisa buat bangun kompleks perumahan. Jadi, jangan kaget kalau pas lihat harga, kamu langsung mikir, “ini beneran rumah, atau cuma foto doang?” Nah, biar kamu nggak pingsan di tempat, riset dulu harga rata-rata di area yang kamu incar.


2. Lokasi, Lokasi, dan Lokasi Lagi

Pepatah properti bilang, “lokasi adalah segalanya”. Di London, ini bukan cuma pepatah, tapi hukum wajib. London itu punya banyak zona, dan setiap zona punya harga yang berbeda jauh. Jangan samakan harga di Kensington atau Chelsea dengan harga di Barking atau Dagenham. Kalau kamu cuma punya bujet pas-pasan, mending lupakan saja mimpi punya tetangga bangsawan. Cari tahu area mana yang masih bisa dijangkau dompetmu. Pertimbangkan juga akses transportasi, karena di London, naik transportasi umum itu kayak olahraga harian.


3. Biaya Tambahan yang Bikin Tambah Pusing

Setelah harga rumah bikin pusing, ada lagi yang bisa bikin kamu migrain: biaya tambahan! Biaya ini termasuk biaya pengacara atau solicitor, stamp duty, dan biaya survei properti. Stamp duty itu semacam pajak yang harus dibayar saat membeli properti. Jumlahnya bisa bikin kamu teriak, “ini beneran pajak, atau pungutan liar?”. Terutama jika kamu bukan pembeli rumah pertama, biayanya bisa lebih tinggi lagi. Jangan lupa, biaya renovasi juga harus dihitung, karena siapa tahu rumah impianmu ternyata butuh perbaikan sana-sini.


4. Jenis Properti yang Banyak Pilihan

Di London, rumah itu ada banyak jenisnya, mulai dari terrace house, semi-detached, sampai apartemen. Apartemen di sini lebih sering disebut flat. Kalau kamu tertarik membeli flat, pastikan kamu tahu bedanya https://www.greenlanddepok.com/ antara freehold dan leasehold. Freehold artinya kamu punya tanah dan bangunan selamanya, sementara leasehold artinya kamu cuma punya properti selama jangka waktu tertentu, misalnya 99 tahun. Pusing, kan? Makanya, hati-hati. Jangan sampai sudah bayar mahal, eh ternyata cuma punya hak sewa.


5. Jangan Lupa dengan Hipotek

Terakhir, tapi paling penting, hipotek atau mortgage. Kalau kamu nggak punya duit tunai sebanyak harga rumah, pasti butuh pinjaman dari bank. Proses pengajuan hipotek di Inggris itu lumayan ribet dan butuh banyak dokumen. Bank akan melihat riwayat finansialmu, pendapatan, dan bahkan kebiasaan belanjamu. Makanya, sebelum mengajukan, pastikan kamu sudah bersih-bersih dompet dan credit score-mu bagus. Jangan sampai pengajuanmu ditolak, karena itu rasanya lebih sakit dari pada ditolak gebetan.

Kesimpulannya, membeli rumah di London itu memang butuh perjuangan ekstra. Jadi, persiapkan diri, mental, dan yang paling penting, dompet yang tebal. Selamat berburu rumah, semoga sukses dan nggak jantungan di tengah jalan!

Torne-se especialista no assunto como nós. Queremos compartilhar com você dicas incríveis de segurança, gestão de frota e telemetria.

Somos contra o Spam! Enviamos e-mails com conteúdo original e com pouca frequência.